Download Tokopedia App
Tentang TokopediaMulai Berjualan PromoTokopedia Care
tokopedia-logo
Kategori
Atur jumlah dan catatan

Stok Total: Sisa 2

Subtotal

Rp104.000

MANHAJ HARAKI 2 Strategi Pergerakan & Perjuangan Politik dalam Sirah Nabi SAW

Rp104.000
  • Kondisi: Baru
  • Min. Pemesanan: 1 Buah
  • Etalase: Buku Best Seller
MANHAJ HARAKI ( Strategi Pergerakan Dan Perjuangan Politik Dalam Sirah Nabi Saw ) Allahu Yarham K. H. Rahmat Abdullah Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi mereka yang mempunyai akal. Al-Qur #39;an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab- kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman #34; (Yusuf [12]: 111). Segala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan din yang benar, agar dimenangkanNya atas semua din dan cukuplah Allah sebagai saksi. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, para sahabatnya, serta umat beliau yang senantiasa menegakkan kalimat-kalimat Allah hingga akhir masa. Ada sejenis kemiskinan yang sangat mengerikan bagi suatu bangsa. Bukan kemiskinan yang seperti dipahami oleh umat manusia saat ini, tetapi kemiskinan yang menjadi pangkal kehinaan di dunia dan akhirat. Kemiskinan ini akan membuat suatu bangsa terkubur dalam penderitaan dan penguasaan bangsa lain selama-lamanya. Biasanya, suatu bangsa bisa dikatakan miskin karena sumber daya mereka tidak menghasilkan devisa yang cukup, atau miskin karena dibodohi bangsa lain. Tetapi, al-Qur #39;an menyebutkan yang lebih dari itu, ada suatu kemiskinan yang lebih parah pada umat manusia. Itulah kemiskinan iman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemiskinan penghayatan terhadap sejarah hidup utusan Allah - Muhammad shallallahu #39;alaihi wasallam yang cemerlang!! Penderitaan bangsa-bangsa di dunia sekarang ini, bukan sekadar disebabkan karena tidak bisa memanfaatkan sumber daya alam mereka. Yang lebih parah lagi adalah karena mereka tidak punya sejarah, atau tidak punya kebanggaan masa lalu. Di saat seperti itu, bangsa tersebut tidak akan memiliki motivasi untuk bangkit memperbaiki nasibnya. Akhirnya, jiwa budak dan peran pelengkap penderita akan tetap membelenggu mereka. Umat Islam yang kita cintai ini, sebenarnya memiliki sejarah dan peradaban masa lampau yang sangat agung. Terutama dalam perjalanan sirah Nabi mereka yang penuh dengan berkah dan hikmah. Namun, kebanyakan mereka melalaikannya. Sementara, kebanggaan terhadap sejarah Islam secara umum pun tercabik-cabik di sana-sini. Ini karena masuknya peradaban Barat melalui imperialisme yang pelan-pelan menggeser semangat penghayatan sejarah pada kaum muslimin. Para penjajah telah membuat umat Islam jauh dari sejarah mereka yang agung sekaligus berhasil menanamkan semangat kebanggaan jahiliyah di sebagian besar kaum muda. BAGAIMANAKAH SEJARAH MENJADI TERKUBUR DAN SIRAH TERABAIKAN Dahulu kaum muslimin di negeri ini masih punya disiplin ketat dalam kerangka keilmuan. Saat itu pernah dilontarkan oleh beberapa ulama kita, baik skala lokal maupun internasional bahwa studi sirah, atau pendalaman perjalanan hidup Nabi tidaklah menjadi prioritas. Dinyatakan bahwa ilmu itu dibangun atas tiga kerangka: aqidah, syariah, dan akhlak. Ketiga bentuk kajian berikut ini populer di masyarakat. 1. Aqidah Kajian ini kita kenal lebih dekat kepada sistem filsafat, bukan dibangun atas dasar mazhab salaf, yaitu al-Qur #39;an Sunnah langsung tanpa dialektika filsafat. Yang paling populer adalah pembahasan sifat dua puluh Asy #39;ariyah Aqidah yang bersifat falsafi ini membangun hubungan manusia dengan Tuhan Menyadarkan kewajiban selaku hamba di hadapan Penciptanya 2. Fiqih. Kajian fiqih umumnya menyangkut masalah ibadah, thaharah, shalat, puasa, dan ibadah khusus lainnya. Sampai kini pembahasannya masih kita jumpai tersisa di masjid-masjid atau mushalla tradisional. Biasanya mengambil mazhab Syafi #39;i sebagai acuan dan berjalan sangat lamban 3. Akhlak Kajian akhlak berorientasi tasawuf. Kendati ada pembahasan bentuk-bentuk akhlak yang sederhana (sesuai Sunnah) tetapi jumlahnya amat jarang. Di sisi lain, sebagian penghayatan tasawufnya menyimpang sehingga memunculkan bid #39;ah, sikap fatalis, dan apatis di sana-sini. Pada sebagian masyarakat tasawuf ini, muncul pembenaran terhadap perilaku-perilaku menyimpang yang dilakukan oleh pemuka-pemuka agama, bahkan menganggapnya sebagai pencapaian suatu maqam tertentu. Dahulu memang tiga kajian ini cukup mampu membentuk pribadi muslim yang sadar akan kewajibannya terhadap Allah dan masyarakat. Sehingga di tahun enam puluhan masih kita temukan seorang wanita yang pantang keluar rumah selama empat puluh hari apabila habis dicerai oleh suaminya dan menunggu masa iddah. Pada saat yang sama, di daerah basis santri kerudung masih populer meskipun kemudian tak lagi mampu mereka wariskan kepada generasi mudanya. Namun, ada yang terputus. Ketiga kajian ini jelas kekurangan satu hal pokok, yaitu #34;mata rantai yang akan menghubungkan mereka dengan Rasulullah, bahkan dengan nabi-nabi sebelumnya #34;. Ini disebabkan tiadanya kajian sirah ataupun sejarah Islam yang berdasarkan wa #39;yu kesadaran ilmiah #39;. Yang ada hanya pembacaan kitab-kitab syair seperti barzanji, diba #39;i, puisi burdah, dan #39;azeb

Ada masalah dengan produk ini?

ULASAN PEMBELI

Toped Illustration

Belum ada ulasan untuk produk ini

Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan